Kamis, 28 Oktober 2010

PARASITISME, SIMBIOSIS DAN MULTIPLE CROPING

TUGAS HUBUNGAN BIOTA DENGAN TANAMAN

PARASITISME, SIMBIOSIS

DAN

MULTIPLE CROPING

UNS0

Disusun oleh

NAMA : Ferdian adi aris T

NIM : H 0708099

KELAS : AGT B

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2009

PARASITISME

Simbiosis parasitisme adalah hubungan antara dua jenis organisme. Dimana satu

pihak mendap[atkan keuntungan, sedangkan yang lainnya mendapatkan kerugian.

Organisme yang mendapatkan keuntungan disebut parasitisme. Contoh simbiosis

parasitisme adalah benalu dan tumbuhan inangnya. Benalu termasuk tumbuhann biji dan

berdaun hijau. Akar benalu itu tidak sempurna sehingga tidak mampu menyerap air dan

hara langsung dari tanah. Untuki memenuhi kebutuhan akan air dann hara, benalu

menumpang pada ranting tumbuhan jenis lain. Lalu akarnya yang berupa alat isap akan

menembus masuk ke dalam jaringan pengangkut tumbuhan yang ditumpanginya.

Kemudian benalu akan menyerap air dan hara yang terlarut di dalamnya. Sehingga

tumbuhan inang mengalami kerugian karena air dan hara yang akan digunakan untuk

hidupnya diserap oleh benalu. Akibatnya dari kegiatan benalu tersebut, biasanya ujung ranting tanaman yang ditumpanginya mengecil, kurus, dan akhirnya mati.

SIMBOSIS

Simbiosis adalah interaksi antar mahluk hidup yang dapat bersifat menguntungkan, merugikan atau tudak keduanya. Simbiosis terjadi karena tiap mahluk hidup berusaha memenuhi kebutuhannya.

  1. Mutualisme
    Dalam simbiosis jenis ini, kedua organisme yang berinteraksi sama-sama mendapatkan keuntungan. Contoh simbiosis mutualisme misalnya antara lebah dan bunga. Lebah mendapatkan madu dari bunga. Ketika menghisap madu tersebut, serbuk bunga melekat pada lebah. Jika lebah tersebut berpindah bunga, serbuk bunga yang telah melekat pada lebah akan melekat pada bunga yang lain. Terjadilah penyerbukan oleh lebah.
  2. Komensalisme
    Dalam simbiosis komensalisme, salah satu organisme diuntungkan, tetapi organisme lain tidak diuntungkan maupun dirugikan. Contoh simbiosis komensalisme adalah tanaman anggrek yang tumbuh menempel pada inangnya. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa rumah tinggal, sedangkan inangnya tidak mendapatkan keuntungan apapun dan tidak dirugikan.
  3. Parasitisme
    Dalam simbiosis ini, salah satu organisme mendapatkan keuntungan tetapi organisme lainnya dirugikan. Contoh simbiosis parasitisme adalah tali putri dengan inangnya. Tali putri mendapatkan keuntungan dengan cara menghisap bahan makanan dari inangnya. Sedangkan inangnya dirugikan karena makanannya diambil.
  4. Amensalisme
    Dalam simbiosis amensalisme, salah satu organisme dirugikan tapi organisme lainnya tidak diuntungkan maupun dirugikan. Contohnya adalah jamur Penicilium yang mensekresikan penisilin dengan bakteri. Penisilin mampu membunuh bakteri. Sehingga bakteri dirugikan, tetapi jamur Penicillium tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian.

MULTIPLE CROPPING

Multiple Cropping

Multiple Cropping adalah penanaman lebih dari 1 jenis tanaman pada sebidang tanah yang sama dalam satu tahun, yang termasuk dalam sistem tanaman ganda yaitu Inter Cropping, Mixed Cropping dan Relay Cropping.

a. Inter Cropping

Penanaman serentak dua atau lebih jenis tanaman dalam barisan berselang-seling pada sebidang tanah yang sama. Sebagai contoh tumpang sari antara Sorghum dan tanaman kacang tunggak dan antara tanaman ubi kayu dan jagung atau kacang tanah.

b. Mixed Cropping

Penanaman dua atau lebih jenis tanaman secara serentak dan bercampur pada sebidang lahan yang sama. Sistem tanam campuran lebih banyak diterapkan dalam usaha pengendalian hama dan penyabab penyakit.

c. Relay Cropping

Penanaman sisipan adalah penanaman suatu jenis tanaman kedalam pertanaman yang ada sebelum tanaman yang ada tersebut dipanen, atau dengan istilah lain suatu bentuk tumpang sari dimana tidak semua jenis tanaman ditanam pada waktu yang sama. Sebagai contoh : padi gogo dan jagung ditanam bersamaan kemudian ubi kayu ditanam sebagai tanaman sela satu belan atau lebih sesudahnya.

Untuk dapat melaksanakan pola tanam multiple croping secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh di antaranya ketersediaan air, kesuburan tanah, sinar matahari dan hama penyakit.

Penentuan jenis tanaman yang akan ditanam secara multiple croping dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh pertumbuhan dan produksi secara optimal.

Kesuburan tanah sangat mutlak diperlukan, hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan (penyerapan hara dan air) pada satu petak lahan antar tanaman. Pada pola tanam multiple croping sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran relatif dalam dan tanaman yang mempunyai perakaran relatif dangkal.

Sebaran sinar matahari penting, hal ini bertujuan untuk menghindari persaingan antar tanaman yang ditumpangsarikan dalam hal mendapatkan sinar matahari, perlu diperhatikan tinggi dan luas antar tajuk tanaman yang ditanaman secara multiple croping. Tinggi dan lebar tajuk antar tanaman yang ditumpangsarikan akan berpengaruh terhadap penerimaan cahaya matahari, lebih lanjut akan mempengaruhi hasil sentesa (glukosa) dan muara terakhir akan berpengaruh terhadap hasil secara keseluruhan.

Antisipasi adanya hama penyakit tidak lain adalah untuk mengurangi resiko serangan hama maupun penyakit pada pola tanam multiple croping.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. www. schoolmantuban.com.Diakses tanggal 7 Oktober 2009

pukul 19.00 WIB

Anonim. 2009. www. Sinartani.com.Diakses tanggal 7 Oktober 2009

pukul 19.00 WIB

Anonim. 2009. http://id.answers.yahoo.com.Diakses tanggal 7 Oktober 2009

pukul 19.00 WIB

Fiona angelina. 2009 http://fionaangelina.com/.Diakses tanggal 7 Oktober 2009

pukul 19.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar